Sangat wajar apabila saya, Anda atau siapapun pernah mengagumi seseorang. biasanya ini menyangkut selera dan kebiasaan. ini masalah hati. ( aa Gym berulang-ulang mengatakan bahwa hati-lah yang harus selalu diurus).
kekaguman biasanya disimbolkan, suatu rupa fisik, bentuk tertentu, maupun abstraksi yang biasa dirasakan. (aduh, betapa ribetnya menggambarkan, hanya saja saya ingin mengatakan bahwa itu muncul dengan sendirinya). Anda merasa kagum dengan ilmuan, pelukis, praktisi politik, ustad, kyai dll. semua itu kembali kepada hati dan perasaan diri sendiri.
–
pertanyaanya adalah : ternyata kekaguman itu keliru. apa yang terjadi. ternyata apa-apa yang ada dalam benak saya atau anda sungguh-sungguh keliru dan tidak pada semestinya. ternyata pikiran-pikiran kita (bolehlah saya gunakan kata ini ) tidak menjadi semestinya. ini pernah dialami seseorang, bahwa banyak hal yang ternyata sungguh-sungguh tidak layak untuk dijadikan kekaguman.
sderhananya begini :
Seorang pengarang hebat dan dikagumi banyak orang, termasuk salah satu muridnya, ternyata muridnya melihat dengan kepalanya sendiri ybs mendatangi orang pintar. (dukun, paranormal dsb), jelas murid tersebut, sangat kaget, karena orang yang ia kagumi sama sekali tidak memiliki kepercayaan diri dan tidak berkharisma seperti yang ia angan2kan. ia kecewa, ia mundur menjadi murid, ia menganggap bahwa gurunya tidak layak. ia bukan tokoh yang layak untuk dikagumi atau diambil ilmunya. ia mencari guru yang lain.
satu cerita lagi. kagum berat (naksir berat…he..he..), percaya ndak bahwa orang bisa salah. bisa keliru, bisa membuang banyak waktu, bisa berbuat bodoh, lucu banget, yang pada akhirnya ia akhirnya tahu bahwa sosok itu tidak benar-benar layak untuk dikagumi. (kalau pembaca mau sharing silahkan isi komentar atau email jonmulya@gmail.com.). mungkin ada istilahnya “bertemu dengan orang yang salah”. (saya comot ya…kata2 ini..)
Terus terang, sebagai manusia saya ingin banyak belajar dari semua orang. sangat prinsip bahwa siapapun itu membutuhkan penghargaan. saya sama sekali tidak ragu-ragu untuk mengatakan bahwa ‘dandanan Anda rapi’, atau ‘dasinya bagus’ ‘model rambutnya indah, sehat’, dsb. percaya deh, seorang Bidadari atau Pangeran-pun membutuhkan ini. (tks, psiko-ku, yang sudah suka rela kasih info ini).
maksud dari semua tulisan itu adalah, intropeksi diri , (loh kok jadi kesini). orang bisa salah, bisa keliru, bisa jatuh, tetapi bukan utntuk yang kedua kali, ketiga kali dan seterusnya, cukup sekali.