Aburizal: CSR Bukan Kewajiban Perusahaan

Agustus 24, 2008

Laporan Wartawan Kompas Suhartono
www.kompas.co.id

JAKARTA, KOMPAS – Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie atau yang akrab dipanggil Ical menegaskan bahwa tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) bukanlah kewajiban perusahaan, akan tetapi tambahan perhatian kepada masyarakat yang ada di sekitar perusahaan.

Tanggung jawab sosial perusahaan adalah membayar pajak secara benar. Hal ini ditegaskan Ical, saat ditanya pers, seusai mendampingi Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, saat membuka pameran dan konferensi “CSR Indonesia 2007″ di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Kamis (26/4) siang.

“Tentunya, sekarang ini, kita tidak mungkin melakukan kewajiban daripada CSR tersebut. Kewajiban mereka (perusahaan) adalah membayar pajak secara benar. Adapun CSR itu sendiri berguna bagi mereka sendiri, karena masyarakat di sekitar akan mendukung kemajuan perusahaan itu ke depan,” kata Ical.

Disinggung oleh pers bahwa inti dari pidato Wapres Kalla bahwa masyarakat dan perusahaan harus sama-sama diuntungkan jika kedua-duanya maju, itu berarti bahwa CSR adalah juga menjadi kewajiban perusahaan, Ical langsung memotong, “Wapres tadi menyatakan dengan jelas bahwa kewajibannya adalah membayar pajak, akan tetapi dengan memberikan tambahan perhatian pada masyarakat sekitar.”

Ditanya, terkait dengan kasus lumpur Lapindo Brantas di Sidoardjo, apakah dirinya akan meminta kepada pemilik Lapindo Brantas, yaitu Nirwan Bakrie, untuk meningkatkan CSR-nya kepada warga, Ical malah balik bertanya, “Kenapa mesti ke Nirwan Bakrie? Ini ke semua perusahaan di seluruh Indonesia.”

Didesak bagaimana dengan kasus warga Sidoardjo yang sekarang ini menjadi masalah, Ical kemudian dengan bercanda mengatakan, “Nanti, saya akan minta kepada Kompas untuk menambah dana tanggung jawab sosial itu.”


Model Rambut

Februari 25, 2008


Lama-lama saya sangat asing dengan model rambut tsb. Aneh juga ya rambut saya bisa demikian. Sudah lama memang. Sebenarnya mau ingikut mohak atau apalah namanya. Model rambut ini sudah lama saya tinggalkan, tapi kalo ngelihat lagi foto ini, jadi senyum-senyum sendiri.


Rintik

Februari 11, 2008

Pagi tadi saya berenang. Hujan memang mengguyur sebagian saja dan beberapa menit. Dingin sekali memang dan tidak berapa lama matahari muncul dan menghilang kembali bersembunyi di balik awan.

Saya balik dan ada beberapa sms (susah juga ya..rasanya tidak mungkin untuk tidak membalas sms ). Saya balas dan langsung menyiapkan diri ke Kantor. Saya akan bertemu dan diskusi tentang banyak hal. Bicara dan silaturahmi membuat saya hidup dan membuka banyak wacana. Tadi ada kabar bahwa beberapa teman kami telah mengambil keputusan. (bicara keputusan mirip-mirip dengan memilih a atau b, itu atau ini, maju atau mundur). Tentu saja, tidak perlu ada hal yang bperlu untuk dicampuri tetapi itulah yang namanya pengambilan keputusan. Sebuah seni. Sebuah puisi dan sebuah akibat. Keputusan yang diambil merupakan pilihan yang terbaik. (apapun itu harus diyakini, sebab tidak ada pilihan lain selain melakukan apa yang menjadi pengambilan keputusamn).

Saya tidak ahli dalam memilah dan menimbang sebuah keputusan. Saya hanya ingin menulis bahwa jangan terburu-buru mengambil keputusan. Pertimbangkan masak-masak, bila perli ambil dulu waktu cuti.


Pagi Ini Mendung

Februari 8, 2008

Mendung berderet-deret menunggu hujan. Dan satu sisi lain beramai-ramai bersisian menuju tepi. Langit meredup dan angin sepoi-sepoi mulai bertiup mereduk dan menggoyang-goyangkan pepohonan.

Beberapa burung berkicau dan menengadah ke langit. Hujan selalu jujur dan tidak ingkar dengan tanda-tandanya. Betul juga hujan mulai turun.

tik-tik…


Sms Imlek

Februari 7, 2008

Saya menyiapkan Draf sms untuk teman-teman yang merayakan Imlek :

“Semoga tahun tikus ini hadir kebahagiaan, berkah, rejeki yang halal dan keajaiaban2 baru dalam tiap bulannya. Amin.”
“gong xie fat coi 2559″ (AM)

Tentu saja saya berpikiran siapa saja yang harus saya kirimkan. Kadang sayapun berpikiran jangan-jangan yang saya kirim sama sekali tidak peduli dengan imlek. (yang penting liburnya gitu). Saya pun berpikiran tidak ada salahnya, kalau salah kirim-pun tidak apa-apa.

Beberapa sms balasan sudah masuk, syukurlah. Tepat sasaran. Berarti betul.
Menjelang siang hari, sms masuk :

“slamat jugalah, gw bukan Tionghoa boz, sukses jugalah.”

Betul, saya tidak menyangka kalau dia tidak merayakan imlek. Kalau Anda pernah bertemu dengannya Anda akan berpikiran sama dengan saya. (walah, salah terka neh..)


Hormat Senjata kok bisa serempak ya?

Februari 3, 2008

Dulu saya heran, mengapa pasukan yang begitu banyak dalam suatu upacara dapat melakukan hormat senjata, istirahat di tempat, dan gerakan lainnya dengan rapi dan kompak tanpa salah satu gerakanpun, tidak ada yang mendahului atau tertinggal gerakan. Bagaimana bisa?

Akhirnya semua terjawab ketika saya mengikuti Pendidikan Pertama Perwira Polri Sumber Sarjana / PPSS di Lemdik Akpol Semarang.

Ternyata kuncinya terletak pada setiap gerakan yang mempunyai hitungan. Satu gerakan dihitung satu hitungan. Misalkan hormat senjata itu ada 2 gerakan, maka ada 2 hitungan yang dilakukan setiap anggota pasukan, tentu saja hitungan tersebut tidak disuarakan tetapi dilakukan dalam hati. Dengan demikian, anggota pasukan yang tidak berkonsentrasi pada aba-aba saat akan melakukan gerakan dan hitungan sekaligus gerakannya akan tertinggal. Satu anggota pasukan saja yang keliru gerakan atau tertinggal gerakan akan mudah terlihat sebab lain sendiri dengan .gerakan pasukan.

Bisa jadi pasukan yang sudah berdiri lama dalam suatu upacara, konsentrasinya menurun, mengantuk atau bahkan tertidur berdiri. Bagaimana kalau ada aba-aba dalam kondisi tersebut? Solusinya gampang. Anggota pasukan yang berada ditengah-tengah pasukan akan mengingatkan dengan bisik-bisik, sampai anggota yang kurang konsentrasi tadi kembali siap melakukan gerakan sesuai aba-aba. Percayalah bahwa bisik-bisik tersebut tidak akan terdengar oleh peserta upacara yang berada di tenda undangan ataupun Inspektur Upacara. Itulah mengapa Komandan Upacara ketika memberikan aba-aba dipanjangkan suaranya untuk memberikan kesempatan pasukan bersiap-siap melaksanakan gerakan..

Anggota pasukan yang berada di barisan depan sama sekali tidak boleh mengantuk, tertunduk, apalagi tertidur. Bagaimana caranya? Gampang, pertama gerak-gerakan saja ujung jari kaki atau gerakan ujung lidah ke langit-langit mulut. Cara kedua lihat pemandangan yang ada di depan pasukan dan ikuti dengan gerakan mata tanpa gerakan kepala dijamin tidak akan mengantuk.


Pada Halam Depan Sampul Novel

Februari 3, 2008

Menjelang sarapan saya membuka Novel lama. Pada sampulnya tertulis dengan tinta hitam dan tidak bertanggal. Hanya saja menyebutkan Desember 2007. Tulisan tangan seseorang yang saya kenal :

Manusia diciptakan berpasangan
Apa salah untuk jatuh cinta pada seseorang.
Mencintai bukan berarti memiliki..
Bila cinta datang maka pujangga akan mengatakan :

“jangan pernah salahkan dirimu untuk jatuh cinta, sebab itu adalah pemberian dari Tuhan. Bersyukurlah bahwa kita masih bisa merasakan jatuh cinta.
Nikmatilah dan janganlah kau terluka karenanya.”


Ikut Merasakan

Februari 2, 2008

Bingung juga terkadang mau menulis apa. Bukankah tulisan harus bercerita banyak daripada sebuah gambar?Gampang sajalah, tinggal posting foto dan selanjutnya saya bercerita tentang foto tersebut. Mudah saja.

Gambar tersebut menggambarkan kaum pinggiran. Pekerjaan mereka tidak jahat, tetapi selalu dikaitkan dengan ukuran kepemilikan harta benda. (lagi-lagi kita bicara tentang uang…gubrak).

Berturut-turut dari kiri seorang sales, seorang pemulung, seorang tukang parkir, seorang tukang cat, seorang tukang sapu (walah.., malah mainan perekam gambar ), seorang pengemudi (mayasari apa ppd ya), seorang tukang koran dan seorang yang kurang jelas. (ndak kelihatan difoto).

Hidup memang harus diperjuangakan. Tetapi adakalanya perjuangan itu tidak selalu menuai hasil yang maksimal. Contoh saja tukang sol. Anggap saja tarif sol sepatu Rp.5000,- berapa penghasilan tukang sol dalam sehari? kalau ada sepuluh orang yang menggunakan jasanya maka uang yang dapat ia simpan sejumlah Rp.50 rb. Terus lanjutannya, apakah dalam satu hari sudah pasti ada pengguna jasanya?dimana ia harus mencari pelanggan? (kayaknya jarang sekali ya sandal sepatu model terbaru yang disol, sebab rata-rata sudah menggunakan lem yang kuat.

Mau jadi tukang sol atau pemulung? Pasti tidak mau. Tapi kalau sekedar mencoba bagaimana? agar ikut merasakan sensasi dan getar-getar lingkungan yang kurang menguntungkan, bisa dicoba tuh. Memang berat. Sesekali cobalah.
Saya sudah.


Cocoknya Model Iklan neh

Januari 29, 2008

Foto ini diambil di kota Bengkulu. Di sebelah saya adalah AKP Faisal Zulkarnaen (pada foto masih berpangkat Iptu). Rekan saya ini ganteng banget. Saya tidak bohong. Cocoknya jadi model iklan. Saya ingat betul dulu, waktu masih bersama-sama di Semarang, 2 hari setelah latihan renang, kulit punggung rekan saya ini sebagian mengelupas saking teriknya matahari pada waktu itu dan mungkin juga karena kahalusan kulitnya. (pantes yang naksir banyak banget).
Pribadinya sangat menyenangkan.


Berjambang ( old )

Januari 29, 2008

Desain rambut saya mengikuti model lama, pakai jambang. Pada waktu itu sangat jarang sekali pria berjambang, apalagi di kantor kami. Jadi betul-betul terlihat agak sedikit tua. Model ini saya gunakan sudah hampir 1,5 tahun. Setiap kali potong rambut, saya selalu berpesan agak jambang jangan dipotong. “Tipiskan saja mas” kata saya. Sebenarnya saya juga pengin sekali mengecat rambut saya, tetapi saya tidak nyaman dengan prosesnya. Ribet. Bau-bau kimia gitu. Sengaja juga saya cukur kumis dan jenggot. Kalau tidak waduh…repot..deh.